Komunitas bukan tempat legalitas kasta

Komunitas bukan tempat legalitas kasta

Komunitas bukan tempat legalitas kasta

Komunitas bukan tempat legalitas kasta

Selamat pagi siang dan sore. Tulisan ini dirancang pagi,datang ilham siang dipost agak sore. Mungkin akan ada editing di malam hari. Sudahkah anda ngopi hari ini? 

Salam santun terlebih dahulu untuk kita semua, tulisan ini tidak bermaksud memojokan namun untuk kita renungkan. Dalam khasanah sastrasukasuka semua tergantung dalam berbagai sudut pandang. Sah sah saja sebagai bentuk kritik sosial. 


Hari ini saya akan bahas tentang kritik tentang "Komunitas bukan tempat legalitas kasta


Yang mau saya layangkan kritikpun ga jauh jauh amat yaitu komunitasku sendiri : komunitas bloggger.
Sebelum jauh melangkah menatapi beratnya judul alangkah baiknya kita seruput dulu kopi ditengah hari ini. Seruputtttt.


Merujuk halaman wikipedia Komunitas adalah sebuah kelompok sosial yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan,kegemaran dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak.

Merujuk ke Halaman Cobamoveon


Disebutkan bahwa : Menurut pendapat pribadi blogger itu ialah nama platform untuk melakukan kegiatan Blogging. Nah Blogging itu ialah serangkaian kegiatan menulis atau membangun konten di platform Blog. Akan diketemukan 2 platform yang familiar di dunia yang saling berkompetisi : Blogger dan Wordpress. Karena ada perbedaan besar, maka lazim akan ditemukan yang pro dan kontra, namun semua merujuk kepada satu tujuan yaitu Blog. Ujung2nya sama, ngapain dibedain !

Relaksasi dulu sob, kayak cicilan Kendaraan di masa pandemi.

Cerita berawal dari postingan seseorang : Blogger atau WP ? dijawab dengan : Blogger is basic, WP is Advance. Lalu ada postingan, apa saya lupa, namun point nya : bisa kalo di wp, kalo disana ga tau tuh.

Saya tidak akan terlalu jauh spefisik menerangkan tekhnis blog, yang akan saya soroti disini adalah nilai budaya dan aspek sosialnya.


Dalam sebuah komunitas, lumrah terjadi ada pengguna baru, pemula (seperti saya ) pembelajar dan bahkan seorang ahli yang petuahnya ditunggu-tunggu oleh pemula. Tak jauh berbeda dengan kehidupan nyata, komunitas tak ubahnya seperti lingkungan RT. Ada anak muda, ada setengah tua, ada kaum pelajar dan ada kaum pekerja, semua berbaur menjadi satu kesatuan lingkungan.

Tugas yang tua dan terpelajar ialah menghormati kaum muda dan mengayominya. Sebaliknya kaum muda juga menghormati kaum tua tadi sehingga tercipta konsep simboisis mutualisme. Saling menghormati dan menghargai. Bukankah hal ini sudah menjadi ciri khas bangsa kita yang terkenal hingga ke pelosok dunia?

Sedangkan kasta ialah bentuk lain dogma warisan penjajahan Belanda. Maksud tersembunyinya agar kita sangat mudah dikelompokan dalam berbagai kotak, digiring lalu dipecah, simple kan? dengan cara itu dia bertahan lebih dari 3,5 abad.


Kembali ke topik.
Menurut saya komunitas blog ialah komunitas ekslusif. Seorang blogger mampu menulis, sebuah interaksi antara pikiran dan kemampuan dalam hal menuangkan isi pikirannya. Seorang blogger umumnya terpelajar, baik secara formal maupun informal. Seorang blogger rata-rata melek tekhnologi, namun kadarnya yang berbeda, ada yang sudah murni, ada yang masih muda, namun tetap pada point tadi : Melek tekhnologi.

Blogger-blogger besar yang jadi inspirasi saya tidak ada yang sombong dan besar kepala. Hal hal kecil yang saya tanyakan selalu dibalas dengan tajam, walau sering lama balesnya. Kalo anda menemui blogger yang sok jago ina inu, yakinlah, itu hanya segelintir oknum, jangan terlalu diambil hati. Tetaplah istiqomah dengan jalan yang sudah kalian ambil, hiraukan !



Ada benang merah yang bisa kita simpulkan disini. Komunitas ialah wadah kita mencari inspirasi, mencari aura baru ditempat dengan individu yang memiliki satu kesamaan pandangan. Komunitas bukan tempat mengkelaskan kasta junior dan senior, itu sama saja dengan anda menyuburkan apa yang ditanam penjajah dahulu. Bukankah yang senior pun ialah bentuk lain regenerasi? bukankah yang senior pun ialah hasil dari binaan senior tedahulu?



Inspirasi lahirnya artikel ini ialah Mas Enas dan Mbak Arlina. Ketajaman tulisan mereka, kedewasaan eksekusi artikel mereka, kecakapan ilmu serta ilmu pengetahuan penunjangnya siapa yang meragukan. Namun apakah mereka pernah sesumbar dalam berkomentar? tidak, mereka sangat memahami konsep ilmu padi.

Apabila mereka yang besar saja tidak seperti itu, apa yang menjadi dasar kita agar tidak mengadopsi apa yang mereka peragakan ?

Salam santun dari kota antah berantah nan jauh dimata.

You may like these posts